Pages

Selasa, 17 Mei 2011

SEO sharing akun syariah!

Assalamualaikum...sy mau tanya, dari mana sumber dana yang digunakan bank syariah untuk menutupi biaya operasionalnya?

Wa'alaikumsalam,
Berikut adalah data equivalent rate bagi hasil dari deposito di BPRS dan BUS, serta data inflasi pada periode yang sama.
TAHUN: 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010
Rata-rata Deposito BPRS dan BUS 6 bulan 12.98 13.68, 12.14 12.04 13.66 12.90 12.88
Deposito BPRS dan BUS 12 bulan 9.35 9.99 8.34 7.26 8.49, 8.64 8.64
Inflasi yoy 17.11 6.60 6.59 11.06 7.92 3.43 7.79
(sumber: Statistik Perbankan Syariah Maret 2010 dan Statistik Ekonomi
Keuangan Indonesia)
*) data bulan Maret tahun bersangkutan, karena mulai 2008 sumber hanya menyediakan data bulanan.

Jika kita lihat data tiap tahun, inflasi memang pernah melebihi tingkat imbal deposito mudharabah, yakni pada tahun 2005 dan 2008. Namun di luar itu, tingkat imbal deposito mudharabah di BPRS dan BUS selalu lebih besar daripada inflasi.
Sepanjang periode 2005-2010, rata-rata equivalent rate bagi hasil deposito mudharabah masih lebih tinggi daripada rata-rata inflasi.

Dengan demikian, simpanan kita di deposito mudharabah BUS dan BPRS masih layak digunakan untuk tujuan lindung nilai (hedging), bahkan bisa juga untuk tujuan menambah nilai riil kekayaan (investasi).

Dengan demikian, ketika kita berinvestasi di deposito mudharabah untuk tujuan investasi rumah, maka pertambahan saldo deposito kita masih relatif setara dengan kenaikan harga rumah.
Jika kita ingin hasil investasi yang lebih besar, tentu deposito di BPRS jauh lebih menarik daripada deposito di BUS.

SUMBER:
http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10150567947170422&id=255621610421&notif_t=feed_comment_reply

0 komentar:

Poskan Komentar